Surat Terakhir Untuk Mama
Oleh : Fitri Rahayu
Uhhhukk,,
uhhhuukkks,,
Hanya suara batuk
yang terdengar dalam kamar rawat inap di rumah sakit ini. Siapa saja
pasti tau, sang pemilik suara merasakan sakit yang teramat dalam, sampai ia
menekan kuat dadanya. Pemilik suara
tersebut adalah seorang gadis kecil yang terbaring lemah di kasur rumah
sakitnya.
‘tuhan, Kenapa
semakin hari semakin sakit saja ? apakah hidup nabila sudah gak lama lagi ? ‘
rintih anak itu semakin memilukan.
Tak lama kemudian, pintu itu terbuka menampakkan sosok
mamanya yang menjadi tujuannya bertahan selama ini.
“ sayang minum obat dulu ya “ kata mama sambil tersenyum.
Tangan kecil nan rapuh itu pun menerima sodoran obat dari
tangan ibunya. Dan ia pun minum dalam diam.
‘ sampai kapan nabila meminum obat ini ? nabila lelah
tuhan ... ‘ rintih anak itu lagi dalam
hatinya. Tanpa sadar mata nya terpenjam.
“ kenapa nabila ? nabila merasa sakit ?”
“enggak ma . mama
tadi jumpa dokter, kata dokter apa ma?”
Seketika wajah mamanya menjadi pucat pasi.
“ dokter gak ada bilang apa-apa sayang “
“mama jangan
bohong sama nabila. Umur nabila
udah gak lama lagi kan “
“ NABILA JANGAN GITU, KAMU PASTI SEMBUH “ ku lihat air
mata mama mulai mengalir dari matanya. Dan membuat nya tanpa sadar ikut menangis.
“ nabila udah gak kuat ma”
“ ENGGAK, kamu
tega ninggalin mama sendirian. Ngak ada
yang boleh yang pergi di antara kita. Kamu ngerti? Mama pergi sebentar”
Mamanya pun pergi tanpa menoleh. Gadis kecil itu sadar
mama nya sedang butuh waktu sendiri . satu jam gadis itu lakukan dalam diam
serta dengan batuk yang semakin nyaring.
Uhhhukk,,
uhhhuukkks,,
Kali ini ia merasa ada yang mau keluar. Tangan kecil
itupun menutup mulutnya, dan ia sadar bahwa yang keluar itu adalah darah. Dalam
rintihan batuk itu, gadis kecil ini menangis. Sudut matanya menangkap sebuah
buku dan pena diatas eja di samping kasurnya. Gadis kecil itu bangun dan mengambil
secarik kertas dan pena itu. Dengan pena dan kertas itu ia menulis surat untuk
mamanya.
Setelah menulis surat itu, ia pun berbaring lagi dan
memejamkan mata. Membiarkan rasa pusing itu membawa nya ke alam sadarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar