Karya fitri Rahayu

Kamis, 26 Maret 2015

Surat Terakhir Untuk Mama
Oleh : Fitri Rahayu


Uhhhukk,,  uhhhuukkks,,
Hanya suara batuk  yang terdengar dalam kamar rawat inap di rumah sakit ini. Siapa saja pasti tau, sang pemilik suara merasakan sakit yang teramat dalam, sampai ia menekan kuat  dadanya. Pemilik suara tersebut adalah seorang gadis kecil yang terbaring lemah di kasur rumah sakitnya.
‘tuhan,  Kenapa semakin hari semakin sakit saja ? apakah hidup nabila sudah gak lama lagi ? ‘ rintih anak itu semakin memilukan.
Tak lama kemudian, pintu itu terbuka menampakkan sosok mamanya yang menjadi tujuannya bertahan selama ini.
“ sayang minum obat dulu ya “ kata mama sambil tersenyum.
Tangan kecil nan rapuh itu pun menerima sodoran obat dari tangan ibunya. Dan ia pun minum dalam diam.
‘ sampai kapan nabila meminum obat ini ? nabila lelah tuhan ... ‘  rintih anak itu lagi dalam hatinya. Tanpa sadar mata nya terpenjam.
“ kenapa nabila ? nabila merasa sakit ?”
“enggak ma .  mama tadi jumpa dokter, kata dokter apa ma?”
Seketika wajah mamanya menjadi pucat pasi.
“ dokter gak ada bilang apa-apa sayang “
“mama jangan  bohong sama nabila.  Umur nabila udah gak lama lagi kan “
“ NABILA JANGAN GITU, KAMU PASTI SEMBUH “ ku lihat air mata mama mulai mengalir dari matanya. Dan membuat nya tanpa sadar ikut menangis.
“ nabila udah gak kuat ma”
“ ENGGAK,  kamu tega ninggalin mama sendirian. Ngak  ada yang boleh yang pergi di antara kita. Kamu ngerti? Mama pergi sebentar”
Mamanya pun pergi tanpa menoleh. Gadis kecil itu sadar mama nya sedang butuh waktu sendiri . satu jam gadis itu lakukan dalam diam serta dengan batuk yang semakin nyaring.
Uhhhukk,,  uhhhuukkks,,
Kali ini ia merasa ada yang mau keluar. Tangan kecil itupun menutup mulutnya, dan ia sadar bahwa yang keluar itu adalah darah. Dalam rintihan batuk itu, gadis kecil ini menangis. Sudut matanya menangkap sebuah buku dan pena diatas eja di samping kasurnya. Gadis kecil itu bangun dan mengambil secarik kertas dan pena itu. Dengan pena dan kertas itu ia menulis surat untuk mamanya.



Setelah menulis surat itu, ia pun berbaring lagi dan memejamkan mata. Membiarkan rasa pusing itu membawa nya ke alam sadarnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar